Kumpulan Contoh Cerpen Cinta Sedih Romantis Terbaik Singkat Terbaru

Sainganku Yang Menyebalkan

Rasanya ingin kuhancurkan papan pengumuman di hadapanku, tak mungkin kalau aku kalah. Oh yeah aku salah, sebenarnya aku selalu kalah kalau ada nama Tony Darren dan aku nggak pernah bisa terima itu. Aku belajar nyaris tiap waktu, bahkan aku tergila – gila dengan rumus ataupun angka berpangkat, tak terkecuali hapalan dan segala tetek bengek sejarah. Seorang Hesthy Anggraini dikalahkan si Tony yang santai itu? Dan aku menyalahkan diriku lagi, yah aku hanya nomor 2 dari dirinya.

Sialnya aku nggak pernah sebrutal itu untuk menghancurkan pengumumannya, jadi aku terus menatap papan pengumuman itu penuh kegeraman. Hanya berharap nilai kimia yang hanya 98 ini bisa membaik.
“ayolah jangan segitunya menganggap aku hebat, sampai lehermu kaku begitu” kata Tony padaku sambil mengayunkan tangannya tepat di depan wajahku. Kuharap candaannya itu menghibur, tapi aku nggak sepolos itu deh.

Senja benar – benar tepat untuk dinikmati walaupun hanya di restoran kecil milik ibuku dengan passion tea yang menyegarkan. Aku suka suasananya yang tak begitu riuh dan tak jauh dari toko buku. Nyaris setiap saat kuhabiskan waktuku disini hingga jam 9 lewat tepatnya tempat ini tutup, kadang beberapa temanku mengunjungiku. Tapi tidak setelah Tony mengetahui tempat favoritku ini. Dia sering mengunjungiku dengan alasan dari toko buku, dan yang menyebalkan temanku malah terpikat karena dirinya. Tak sadarkah dia aku membencinya, harusnya manusia jenius itu peka –oh dia tak jenius sesungguhnya dalam kamusku.

Dia penuh dengan basa – basi, pertanyaan bodoh tentang buku, film dan rasa ingin tahu yang membuatku terinterogasi. Dan dengan senang hati temanku yang menjawab pertanyaan tak penting itu, baguslah walaupun banyak kebohongan yang dikatakan temanku tapi aku tak berkomentar.

Akhirnya tiba juga hari pembagian ulangan matematika. Aku yakin hasilnya bakalan memuaskan dan ternyata benar. Aku seorang meraih nilai sempurna dan itu hari pertama aku mengalahkan Tony.
“Hesthy, well apa kau merasa sangat terganggu kalau setiap aku ada di sini –dekat denganmu?” tiba – tiba dia mengambil kursi di hadapanku.
“oh yah, tentu saja makhluk menyebalkan” tapi jawaban itu malah tercekat di tenggorokanku. “emm, nggak juga” aku malah mengeluarkan jawaban payah ini.
“kau bohong” Katanya, ia mulai menyebalkan dan kutinggalkan dia.
Tapi itulah percakapan terakhir kami. Setelah itu dia bahkan tak pernah mendapat nilai sempurna, atau sekedar mengunjungiku ke restoran Ibuku. Dia menjadi sedikit payah, malas, dan aku sering was – was melihatnya. Dua bulan belakangan ini bahkan dia bolak – balik ke kantor BP
Kelas di sekolah sudah selesai. Tapi aku merindukan saat – saat dulu datang lagi. Yang kumiliki saingan yang berat dan menyebalkan, bukannya seorang yang aneh dan menyerahkan kekalahan dengan mudah. Tapi orang itu masih duduk di bangku sebelah kananku –Tony, aku menatapnya iba.
“ayolah, begini yang kauharapkan bukan? Dan selamat untuk hasilmu, aku terlalu lelah untuk belajar”
Sedikit salah tingkah jadinya “tapi rasanya nggak nyata yang kuraih, sekarang kau yang membohongi dirimu sendiri” lagi – lagi aku meninggalkannya. Aku berjalan kedepan, “simpati tak akan mengubahnya Hesthy” beginilah yang kupikirkan namun pikiran lain menyangkalnya “dirimu munafik, bukankah kemenangan yang kau harapkan”. Tapi aku membenarkan keduanya, walau tak bisa menyangkal kalau perasaan menentangnya. Ini bukan soal perasaan Hesthy, gumamku.
“hei tunggu Hesthy” disela suara itu derap kaki mendekat kearahku.
“apa?” tanyaku tanpa basa – basi pada Tony.
“apa kau masih nggak senang?”
Aku menatapnya penuh curiga “maksudmu?”
“aku melakukannya agar kau bisa menganggapku semacam temanmu tahu, aku suka padamu”
Hesthy tercekat “tapi aku nggak suka . . .” aku memainkan jari – jariku “apa?” tanya Tony curiga. “caramu mengalah dan menunjukkannya” ada jeda 5 detik dan itu terasa lama sekali.
“mungkin kita bisa coba menjalani dengan cara yang lebih menarik?” tanyanya penuh harap. Aku tersenyum cukup lama, dan itu menjelaskan semuanya. Oh yeah, tentang perasaan ternyata.